Mitologi Yunani Psyche

Tanggal Post   : 23 Maret 2017
Pukul               : 14.29 WIB
PSIKOTERAPI
TUGAS 1
Mitologi Yunani Psyche


DISUSUN OLEH :
JESSICA PHOIBE (15514649)
MUTIARA NUGRAHENI ADI (17514687)
NUR AMALIA (18514138)
NUR ROHMAH APRILIA (18514185)

3PA19

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS PSIKOLOGI
2017/2018

Disebuah kerajaan terdapat seorang raja yang memiliki tiga orang putri. Putri bungsu sang raja tersebut bernama Psyche. Psyche adalah anak tercantik di keluarganya, namun Psyche juga belum menikah sama seperti saudarinya yang lain. Selain tercantik di keluarganya, Psyche juga merupakan wanita tercantik didaerahnya sehingga membuat Afrodit merasa sangat iri kepada Psyche. Karena Psyche, Afrodit tidak lagi disembah dan tidak lagi dianggap sebagai dewi kecantikan. Kemudian muncul lah ide Afrodit untuk membalaskan rasa irinya kepada Psyche dengan memanggil Cupid (Eros) putranya. Ide Afrodit tersebut ialah menyuruh Cupid untuk membuat Psyche jatuh cinta kepada lelaki terjelek di dunia. Cupid pun menuruti permintaan ibunya dan langsung terbang mencari Psyche.

Afrodit pun tidak lupa untuk terus memantau Psyche, namun beberapa lama kemudian Afrodit menyadari adanya suatu keganjilan. Kenapa Psyche belum juga jatuh cinta pada siapapun. Hal itu terjadi karena ketika Cupid melihat Psyche, dia malah terpesona sehingga tidak sengaja menusuk tangannya sendiri dengan anak panah cinta. Cupid pun jatuh cinta kepada Psyche dan tidak jadi melakukan perintah Afrodit. Karena suatu keganjilan itulah akhirnya Afrodit langsung turun tangan. Ia mengutuk Psyche sehingga tidak ada seorang pun yang mau melamarnya. Orangtua Psyche menjadi cemas dan pergi ke Oracle (peramal) untuk meminta nasehat. Oracle memberi nasehat dengan mengatakan bahwa Psyche tidak ditakdirkan untuk menikah dengan seorang manusia, melainkan Psyche harus menikah dengan suatu makhluk yang tinggal di sebuah gunung. Nasehat Oracle itu sendiri adalah permintaan dari Cupid.
Setelah mendengar nasehat dari Oracle, orangtua Psyche menjadi sangat sedih dan menyangka Psyche ditakdirkan untuk menikah dengan seorang monster. Psyche pun meyakinkan orangtuanya untuk merelakan dia mengikuti jalan yang telah ditentukan oleh takdir. Akhirnya Psyche meninggalkan tempat tinggalnya dan berjalan menuju gunung yang dimaksud oleh Oracle. Setelah memberanikan diri untuk terus berjalan, muncul lah rasa takut dalam diri Psyche. Tiba-tiba datanglah Zefiros, dewa angin barat. Zefiros lalu membawa Psyche dari gunung itu menuju suatu tempat. Terdapat sebuah rumah indah yang nampak seperti istana. Pada malam hari, tempat itu sangat gelap dan tidak ada cahaya sama sekali. Tiba-tiba Psyche mendengar suara seorang laki-laki, suara itu terdengar lembut dan hangat. Psyche dan Cupid (suaminya) lalu menghabiskan setiap malam dengan berhubungan seksual bersama. Namun Psyche tidak bisa melihat wujud suaminya karena suasananya sangat gelap. Psyche memohon kepada Cupid agar ia menampakkan dirinya. Namun, Cupid menolak permintaan Psyche. Setelah lama tidak bertemu dengan keluarganya, Psyche merasa rindu. Ia meminta izin kepada Cupid agar keluarganya datang ke istana. Awalnya Cupid menolak permintaan Psyche tetapi akhirnya ia mengizinkan saudari-saudari Psyche datang ke istana mereka.
Setelah melihat keadaan Psyche, saudari-saudarinya merasa iri. Saudari-saudarinya pun merencanakan untuk menghancurkan kebahagian Psyche. Lalu, mereka berusaha membuat Psyche dan Cupid berpisah, dengan harapan Cupid tidak mengenali Psyche dan Cupid akan menikahi mereka. Mereka memanas-manasi Psyche. Menurut mereka, Psyche harus tahu identitas suaminya. Mereka juga menyuruh Psyche membunuh Cupid.
Akhirnya Psyche tidak mampu lagi menanti sebuah ketidakpastian jati diri dan rupa suaminya. Suatu malam ketika Cupid tidur, maka Psyche diam-diam membawa lampu teplok untuk melihat rupa Cupid. Betapa terkejutnya ketika bentuk elok dari dewa cinta menyambut pandangannya. Mengatasi rasa kaget dan kagum, Psyche membungkuk untuk memandang lebih dekat pada ciri-cirinya yang elok. Lampu yang dipegangnya dengan tangan gemetar itu, menjatuhkan setetes minyak membakar bahu dewa yang sedang tidur. Cupid terbangun dan memergoki istrinya yang melanggar sumpah, hal itu membuat Cupid marah akibat perbuatan Psyche. Cupid pun langsung terbang begitu saja dan meninggalkan Psyche yang hanya bisa menangis sendirian menyesali perbuatannya. Dalam derita batin yang ia rasakan karena melanggar sumpah, melukai Cupid, dan kehilangan Cupid, Psyche bersumpah akan membuktikan pada Cupid bagaimana ia mencintainya dan mencari Cupid sampai akhir hidupnya.  Lalu, Psyche memohon pertolongan pada semua dewa namun tak satu pun membantu karena para dewa takut dimurkai Afrodit. Akhirnya, dalam keputusasaannya Psyche memohon pertolongan Afrodit. Namun, Afrodit berkata bahwa untuk menebus dosanya, Psyche harus berhasil melakukan tugas-tugas yang akan Afrodit berikan. Psyche pun setuju. Psyche diberi tugas oleh Afrodit, tugas pertama Psyche ditugaskan untuk memisahkan ketiga biji-bijan itu ke dalam tumpukan yang berbeda sebelum malam berakhir, Psyche merasa mustahil mengerjakan tugas tersebut tetapi tiba-tiba datang sekelompok semut untuk membantunya. Akhirnya ia berhasil dan membuat Afrodit merasa kesal. Tugas berikutnya adalah Psyche harus mengambil wol dari domba-domba emas yang merumput di pinggir sungai, Psyche pun dapat menyelesaikan tugasnya. Lalu Afrodit memberikan tugas kembali yang lebih mustahil untuk dikerjakan Psyche seperti mengambil bulu berwarna emas dari domba putih yang galak dan mengambil air hitam dari jernihnya Sungai Styx yang memisahkan alam dunia dan akhirat. Tugas tersebut pun juga berhasil diselesaikan Psyche. Karena tugas-tugas yang diberikan telah berhasil dilakukan Psyche, Afrodit pun menjadi kesal dan memberikan tugas-tugas yang lebih sulit lagi. Tugas terakhir Afrodit berkata, "Karena kau, putraku Cupid menjadi nakal. Dia menjadi tidak penurut lagi. Aku sampai stres memikirkannya, dan kecantikanku pun berkurang. Sekarang kamu harus pergi ke dunia bawah, temui Persefone dan mintakan kepadanya sedikit kecantikannya". Psyche pun pasrah untuk melakukan tugas yang terakhir ini. Namun ia tetap melakukannya dan berjalah ke arah menara, bangunan tersebut malah berbicara kepada Psyche dan memberikan sebuah petunjuk. Dari petunjuk itulah, Psyche masuk ke dunia bawah dan membayar Kharon satu koin untuk mengantarnya menuju gerbang dunia bawah. Psyche melemparkan satu roti pada Kerberos sehingga ketiga kepala mereka berebutan memakannya. Ia juga menolak berbagai permintaan yang diajukan oleh para arwah disana.
Ketika sampai di istana Hades, Psyche melakukan tugasnya yaitu meminta kotak kecantikan pada Persefone. Sesuai petunjuk yang dia dapat, Psyche menolak untuk duduk di kursi, dan dari semua makanan yang ada di atas meja, dia hanya memakan roti. Persefone mengambil sebuah kotak dan memberikannya pada Psyche. Setelah mendapat kotak itu, Psyche keluar dengan hati-hati dari dunia bawah, dia memberi lebih banyak kue pada Kerberos dan membayar lagi pada Kharon. Pada akhirnya Psyche berhasil sampai di dunia atas. Namun Psyche melupakan peringatan dari sang menara dan membuka kotak itu. Begitu Psyche membukanya, bukannya pesona keindahan menakjubkan yang ia harap untuk dilihat. Dari peti mati keluar uap hitam pekat, dan melemparkan dia ke dalam tidur seperti mati. Sementara itu luka pada bahu Cupid telah sembuh dan Cupid sendiri telah memaafkan Psyche dan kini sangat merindukan istrinya itu. Cupid mencari Psyche dan menemukannya sedang tertidur dalam kutukan. Untuk membangunkan Psyche, Cupid mengumpulkan kutukan itu dan memasukannya lagi ke dalam kotak, lalu menicum bibir Psyche. Berkat ciuman dari seorang dewa, Psyche akhirnya bisa terbangun lagi. Cupid lalu terbang ke hadapan Zeus dan memohon supaya Psyche dijadikan abadi. Zeus setuju dan menyuruh Hermes membawa Psyche ke Olimpus. Begitu sampai di Olimpus, Psyche diberi minuman para dewa, ambrosia, dan menjadi abadi. Kini Cupid dan Psyche bisa bersama dalam kebahagiaan. Cupid and Psyche menikah dan memiliki anak bernama Hedone yang memiliki arti yaitu kesenangan. Afrodit sendiri telah memaafkan Psyche bahkan dia ikut menari dalam pesta pernikahan mereka.
Dari Cerita Mitologi Psyche ini dapat dilihat apa saja yang kita pelajari dalam psikologi, seperti rasa cinta. Dilihat dari rasa cinta Psyche kepada Cupid dengan membuktikan ia mencari Cupid sampai akhir hidupnya. Kemudian rasa ingin tahu dilihat dari rasa ingin tahu Psyche kepada wujud Cupid kemudian ia memberanikan diri untuk melihat wujud Cupid itu. Kemudian Kepribadian tangguh (Hardiness) dilihat dari Psyche yang merasa tangguh menyelesaikan setiap tugas yang di berikan oleh Afrodit.
HAPPY ENDING
J J J

SUMBER :
Berens, E.M. (2010). Kumpulan mitologi dan legenda Yunani & Romawi. Jakarta: Bukune
https://id.wikibooks.org/wiki/Mitologi_Yunani/Kisah_Cinta/Cupid_dan_Psyche (diakses pada tanggal 16 Maret 2017, pukul 22:52 WIB)

Komentar