Mengapa psikoterapi dalam psikoanalisis menganalisa psikopatologi berdasarkan perkembangan psikoseksual ?
DISUSUN OLEH :
JESSICA PHOIBE (15514649)
MUTIARA NUGRAHENI ADI (17514687)
NUR AMALIA (18514138)
Karena
psikoanalisa merupakan satu hal yang unik sekaligus paradoksial, dan juga
psikoanalisa merupakan sistem yang paling dikenal luas meskipun tidak dipahami
secara universal. Dan disisi lain psikoanalisa juga banyak pengaruhnya dalam
bidang lain diluar psikologi melalui pemikiran penemunya, Sigmund Freud.
Psikoanalisa merupakan suatu metode penyembuhan yang bersifat psikologis dengan
cara-cara fisik. Psikoanalisa jelas terkait dengan tradisi Jerman yang
menyatakan bahwa pikiran adalah entitas yang aktif, dinamis dan bergerak dengan
sendirinya. Kita ketahui bahwa Freud menjadi sorotan banyak kalangan ketika dia
menguraikan seluk beluk sesksualitas manusia. Freud menyangkal bahwa dorongan
seksual tidak berawal pada masa pubertas namun sedari bayi, dan seksual pun menjadi penggerak dalam keseharian
manusia. Hal ini menjadi trendseller corak
terapi dan tafsiran kepribadian fenomena kehidupan, kemudian dengan cepat
banyak para psikiater yang bergabung dalam mahzab psikodinamika Freud.
Nama-nama seperti Carl Gustave Jung, A.A Brill, Verenzci, Karl Abraham, dan
Alfred Alder mencoba untuk membuktikan itu. Perkembangan kepribadian individu menurut Freud, dipengaruhi
oleh kematangan dan cara-cara individu mengatasi ketegangan. Menurut Freud,
kematangan adalah pengaruh asli dari dalam diri manusia.
Tahapan
Perkembangan Kepribadian sehat dan tidak sehat sangat berhubungan dengan
cara-cara yang digunakan indivdu dalam melewati fase-fase perkembangan pada
enam tahun pertama kehidupannya. Tahapan perkembangan ini disebut tahapan
psikoseksual yaitu tahapannya tahap oral, tahap anal, tahap phalic, tahap
laten, tahap genital. Karena memprestasikan suatu kebutuhan seksual yang
menonjol pada setiap perkembangan, jadi jika hambatan yang terjadi pada proses
pemenuhan kebutuhan seksual pada setiap tahap akan berpotensi gangguan perilaku
pada dewasa. Freud memandang psikopatologi sebagai masalah dalam perkembangan,
yaitu terganggunya kepribadian individu pada saat melewati tahap-tahap
psikoseksual. Bagi Freud, perkembangan kepribadian sebagai sesuatu yang kumulatif,
sehingga gangguan pada masa awal perkembangan akan menjadi peristiwa traumatik
yang berpengaruh sampai individu dewasa.
Psikopatologi menurut psikoanalisis
ada beberapa jenis,
yaitu :
1. Histeria (Conversion Disorder)
Kelumpuhan tanpa sebab-sebab fisik,
menurut psikoanalisis ini akibat adanya transformasi dari konflik-konflik
psikis menjadi malfungsi fisik.
2. Fobia
Ketakutan yang sangat dan tidak pada
tempatnya, oleh Freud dianalisis sebagai dampak dari kecemasan yang dialihkan,
bisa kecemasan yang berkaitan dengan impuls seksual atau kecemasan akibat
peristiwa traumatik.
3. Obssesive
Compulsive
Obsessive
Compulsive Disorder
(OCD) adalah sebuah kondisi psikologis yang ditandai dengan perilaku
pengulangan yang disebabkan oleh ketakutan atau pikiran yang tidak masuk akal.
Seseorang yang didiagnosis menderita OCD mungkin tidak menyadari kalau
obsesinya tidak masuk akal. Namun, ia akan merasa harus melakukan tindakan
tertentu untuk meredakan stres akibat kondisi tertentu. Kondisi tersebut
seringkali membawa rasa takut, dan meskipun ia telah berusaha untuk meredakan
rasa takutnya, rasa takut itu semakin bertambah, sehingga menghasilkan sebuah
tindakan yang dilakukan berulang-ulang.
4. Depresi
Perasaan tidak mampu, tidak kompeten,
kehilangan harga diri, dan merasa bertanggung jawab terhadap semua kejadian
buruk (pada dirinya dan lingkungan). Menurut Freud, akar masalahnya adalah
kehilangan cinta pada Oedipus Complex,
yang membuat orang marah kepada diri sendiri, karena dia kehilangan cinta dari
orangtua, dari teman bahkan dari negaranya.
5. Ketagihan obat atau alkohol
Freud menganggap adiksi
dilatarbelakangi oleh insting mati.
REFERENSI :
Alwisol. (2010). Psikologi
kepribadian. Malang: UMM Press
Pizaro.
(2008). Teori seksualitas sigmund freud
tentang kepribadian: psikopatologi
dan kritik
psikologi islami (Skripsi). Jakarta: Universitas Islam Negeri (UIN) SyarifHidayatullah
psikologi islami (Skripsi). Jakarta: Universitas Islam Negeri (UIN) SyarifHidayatullah
https://www.google.co.id/amp/s/ebekunt.wordpress.com/2009/10/30/psikoanalisis-4/amp/ (Diakses 24 April 2017, Pukul 19:45
WIB)
http://agusnoffitasepti.blogspot.co.id/2012/04/teori-psikoanalisa.html?m=1 (Diakses 24 April 2017, Pukul 20:25
WIB)

Komentar
Posting Komentar